Waktu pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2020/ 2021 sudah usai, anak anak dari berbagai jenjang sekolah sudah mendapatkan sekolah sesuai dengan pilihannya (TK dah belum ya). Tahun 2020 tahun Covid-19 ( mirip dengan Dewa 19 ya) adalah sebuah tahun yang baru sekali ini seumur hidup saya dan selama saya sekolah (dulu juga pernah sekolah saya ini) dimana seorang siswa kelas 6 SD, 9 SMP bisa lulus sekolah tanpa harus menempuh ujian akhir (UNAS) tetapi menggunakan dasar kelulusan nilai rapot 5 semester terakhir dan ditambah bumbu bumbu macam - macam. Setelah dinyatakan lulus tiba saatnya seorang anak harus mencari dan mendaftarkan sekolah ke tingkat selanjutnya, SMP/ MTs, SMA/SMK/ MA dan seterusnya. Di sini inilah sesuatu yang baru pertama kali terjadi seumur hidup saya yaitu seleksi pendaftaran siswa baru berdasarkan usia/ umur (makin tua makin rangking atas, sebaliknya makin muda makin pusing kepala dan tidak bisa diterima dimana mana). Saya ambil contoh seorang anak yang di SD nya pernah tidak naik 2 kali entah karena alasan apapun (nakal, atau agak bodoh, atau jarang masuk sekolah deelel) malah jadi rangking satu pada saat mendaftarkan ke SMP karena umurnya auto paling tua. Tahun yang lalu sebenarnya juga ada keunikan dalam pendataran siswa baru dimana siswa yang rangking 1 adalah yang nilainya paling kecil, kalau tidak salah waktu itu rangking 1 mempunyai nilai UNAS total 10 ( untuk 3 mata pelajaran, rata rata nilainya 3 lebih dikit lah, nilai Bahasa Indonesia 4 koma seingat saya).
Jadi tahun 2020 ini yang jadi is the best adalah yang tua/ yang pernah tidak naik kelas/ yang masuk SD telat/ yang sedikit badung.
entahlah wassalam. !!!












