Hari Kemarin, 7 Mei 2015 UNAS tingkat MTs/ SMP dah rampung, ada yang berbeda pelaksanaan tahun ini dengan tahun lalu, dimana anak anak dituntut untuk meraih nilai tinggi dengan harapan lulus 100 persen. Tahun ini UNAS hanya syarat untuk bisa mendapatkan nilai sebagai syarat mendaftarkan ke jenjang sekolah selanjutnya tanpa ada tuntutan nilai harus tinggi, apalagi dengan SDM yang pas pasan maka Prinsip orang jawa " Sing Penting Lulus, Lumayan tinimbang ora".itu akan terdengar lagi. Kembali kepada asal muasal kenapa bisa seperti itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain
- Kondisi lingkungan tempat tinggal yang mayoritas bekerja informal tanpa mensyaratkan ijazah
- Orangtua yang tidak sekolah atau tidak tamat sekolah setingkat menengah sehingga anaknya lulus sekolah menengah "Pertama/ Tsanawiyah" sudah alhamdulillah, cukup, minimal melebihi orangtuanya.
- Motivasi anak juga kurang karena banyak orang atau warga masyarakat yang punya pendidikan tinggi Sarjana satu(S-1) atau Sarjana dua (S-2) , dan mungkin ada yang lebih tinggi juga tidak bekerja semestinya sesuai dengan tingkat dan disiplin ilmunya.
- Jenjang sekolah berikutnya juga tidak kalah seru mereka mengejar calon siswa sampai ke liang semut, dengan janji akan menerima mereka calon siswa dengan nilai "berapa pun"??? bahkan asal sudah ikut UNAS, sehingga anak anak kita kalau disuruh belajar jawabnya " Lha saya kan sudah dapat sekolah yang baru pak, ngapain harus belajar lagi" wow macam tu!!!!.
Kira kira seperti itu menurut saya, setelah mengamati, mendengarkan dan membaca informasi sana sini , kenapa anak anak sekarang jadi sulit disuruh belajar dengan tekun, Bahkan yang lebih membikin "dongkol gede" di hati guru adalah " Pak/ Ibu Guru bisa Njamin po kalau nilai saya bagus pasti dapat kerja dan jadi orang kaya nantinya". Sarapan opo bocah iki ???.......................... wassalam.








0 comments:
Posting Komentar